Rabu, 29 April 2009

poem


*

Kekasihku matahari…

Sesaat matahari menghangat

Kujumpai ia di pagi hari bersama burung bernyanyi dan langit membiru

Semua terasa indah

Akupun bertanya..”apa yg terjadi sesaat ia meninggi?”


Kekasihku badai…

Ada badai menerjang jiwaku…

Suaranya bergemuruh

Lantas kulihat batang-batang hujan menghujam

Memaku seluruh yang ada padaku

Hati.. akal.. langkah.. dan suara..

Akupun mengangggap

Kurasa.. diriku telah terbungkus kafan


Kekasihku salju…

Lihatlah betapa ia begitu putih

Selimut alam menebar rindu

Namun ia mampu membuatku terbaring beku

Maka kapankah air mataku menjadi merdu???


Tuhan…

Izinkan aku menyudahi perbincangan ini

Setelah semua misteri yang Kau tebar untuk menjebakku

Biarlah aku berdamai dengan jeda ini…

Sekedar untuk bisa meringkuh di sudut keleluasaan-Mu…

Berdiam diri…

Dan mendengar-Mu…





Tidak ada komentar:

Posting Komentar